GORUT — (mtsn1gorut.sch.id) Mengawali pekan dengan semangat baru, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Gorontalo Utara menggelar apel pagi rutin. Namun, ada yang berbeda pada apel kali ini; fokus utama arahan ditujukan pada penguatan status madrasah sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), Selasa (06/01/2026).
Apel yang dilaksanakan di lapangan utama madrasah ini diikuti oleh seluruh jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta ratusan siswa dengan suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan.
Dalam amanatnya, Lubis Lantowa Buheli menekankan bahwa MTs Negeri 1 Gorontalo Utara harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa. Konsep Sekolah Ramah Anak bukan sekadar label, melainkan komitmen untuk memenuhi hak-hak anak selama berada di lingkungan sekolah.
"Madrasah kita bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi harus menjadi rumah kedua. Tidak boleh ada perundungan (bullying), tidak boleh ada kekerasan fisik maupun verbal, dan setiap anak harus merasa dihargai tanpa terkecuali," tegasnya di hadapan seluruh peserta apel.
Selama arahannya, ada beberapa poin penting yang disampaikan terkait implementasi Sekolah Ramah Anak:
• Anti-Perundungan: Menghimbau siswa untuk saling menyayangi dan segera melaporkan kepada guru jika melihat atau mengalami tindakan tidak menyenangkan.
• Disiplin Positif: Menerapkan pembinaan siswa tanpa kekerasan, melainkan melalui pendekatan dialogis yang edukatif.
• Keamanan Lingkungan: Memastikan fasilitas madrasah aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara fisik maupun mental.
• Komunikasi Terbuka: Guru berperan sebagai orang tua dan sahabat yang siap mendengarkan keluh kesah siswa. Ujarnya.
Penyampaian mengenai sekolah ramah anak ini disambut positif oleh warga madrasah. Langkah ini dinilai sangat krusial di tengah tantangan pergaulan remaja saat ini. Dengan terciptanya lingkungan yang harmonis, diharapkan potensi akademik dan bakat minat siswa dapat tergali dengan lebih maksimal tanpa rasa takut atau tertekan. (humas tsansa gorut)



0 Comments